Train : The Wind is Cold


The Wind is Cold (바람이 차갑다)

Biar aku bercerita....


Aku memulai perjalanan ini saat malam dingin, sunyi. Aku duduk dikursiku, disamping jendela. Aku menatap atau entahlah apa yang aku lakukan dengan memandangi yang ada diluar kaca itu. Sudah berapa lama aku tak berkedip. Aku juga penasaran kemana kereta ini akan membawaku. Pada suatu tempat atau pada suatu keadaan ? Atau juga pada suatu kehidupan.

Aku tersentak tiba tiba, seperti aku melihat diriku sendiri terbersit diluar sana. Aku tidak tahu pasti apa aku melihat diriku pada kehidupan yang lalu, mungkin bagian dari reinkarnasiku, hanya sosok diriku yang lain ?. Ada kemungkinan cerita dari dunia paralel yang kebetulan aku bisa melihatnya.

Pada lorong lorong yang gelap, mengapa begitu sepi. Tak ada siapapun disini. Ini tidak biasa, kemana orang orang pergi ?. Aku membuka setiap pintu. Tak ada apapun. Aku tak bisa menemukanmu. Aku terus berlari hingga ke ujung lorong, sampai aku menemukan kamu berada tepat dibelakangku. Aku lari dan terus berlari. Rangkainan gerbong kereta beserta angin dingin melesat dengan cepat, tepat didepan wajahku. Aku lari dan terus berlari.

Belakangan ini angin laut begitu dingin. Tapi kamu tahu kan ini tempat kesukaanku. Tak ada apa apa disini, tak ada batuan karang, kerang kerang putih yang terdampar. Tak ada apapun. Hanya air laut yang juga dingin dan pasir putih. Bahkan buih saja sudah meninggalkanku. Aku hanya mondar mandir, meninggalkan ribuan jejak kaki dipasir. Setidaknya dengan begitu kamu akan tahu kapan terakhir aku ke tempat ini. Aku lari dan terus berlari.

Kali ini aku memakai semua benda kesukaanku dari ujung kaki hingga kepala. Itu membuatku lebih percaya diri. Aku merasa sudah ribuan tahun berdiri disini. Angin dingin terus saja menerpa wajahku, aku masih saja berdiri disini. Disamping pohon akasia didekat danau, daunnya nyaris lenyap seluruhnya karena menuruti kemana perginya angin. Entah sudah berapa kali siluet tubuhku yang terkena cahaya ini berpindah 90°. Tapi tidak begitu silau disini, ini sangat dingin. Aku lari dan terus berlari.

Aku tak tahu apa yang terjadi sedari tadi, tapi beberapa cerita tadi begitu menarik juga menyedihkan. Kemudian dari balik kaca aku melihat seorang gadis tampak sedang menunggu seseorang didekat danau. Gadis dengan rambut panjang dan gaun pendek berwarna biru. Pandangan matanya yang dingin, dan rambutnya yang tergerai terbawa angin. Deretan ilalang gemerisik disamping kaki kakinya yang teguh. Aku cukup tahu apa yang sedang dia rasakan. Kosong. Seperti dia ada dalam diriku. Aku lari dan terus berlari.

Dia sedang terbaring disalah satu ruang rumah sakit ini. Aku tahu mungkin dia sedang begitu lemah dan sakit sekarang. Tapi aku yang sedang bersandar pada tembok diluar ruangannya lah Si pesakitan yang sebenarnya. Aku meyakini kalau dia memang tak mau aku temui. Ya.. semua orang memang sakit disatu titik. Seperti aku yang merasa jadi punya banyak masalah psikologis. Aku rasa aku pantas menghuni sudut ruangan paling gelap disini. Aku begitu rapuh. Tapi aku tetap menunggu diluar sini. Beberapa hari aku menunggu sampai dia benar benar membaik. Tak lama kemudian dia pun keluar. Aku berdiri dari tempatku dan hanya melihat kearahnya. Aku menatapnya dan memastikan bahwa dia sudah baik baik saja sekarang. Dia menatap ke arahku sembari terus berjalan keluar. Aku mohon kali ini saja, larilah kepadaku !!. Aku membeku ditempatku dan mendapati dirinya perlahan mulai menghilang dari hadapanku. Aku lari dan terus berlari.

Mengapa aku melihat pemandangan seperti ini dari dalam kereta. Saat aku berkedip tak terasa ada air mata turut bersamanya. Dari semua skenario kenapa begitu konsisten. Angin yang dingin dan sepi. Aku merasa begitu emosional. Aku bergegas menyeka air mataku. Saat aku mencoba mengalihkan pandangku ke sudut lainnya tiba tiba aku jadi tersenyum. Ternyata sedari tadi kamu duduk di sudut lain dari gerbong ini. Mengapa aku sama sekali tidak terkejut. Apa pula yang sedang kamu pandangi dengan serius diluar sana. Apa arlojimu masih berdetak ? Tapi tidak dengan milikku.
Waktuku telah habis dan
mati dimasa lalu. Aku jadi ingat seseorang yang begitu percaya dengan reinkarnasi dan tahu dengan pasti siapa dia yang dulu. Tapi entah sebenarnya ini reinkarnasi, cerita dari dunia paralel atau bagian dari diriku yang lain. Yang pasti kali ini aku terlahir kembali. Aku berlari dan terus berlari.




Komentar

Postingan Populer