See..

Dihari yang biasa, saat fajar masih sebersit sinar dan petani tua meniti pematang. Kabut saja masih ingin berlama lama dan bermesraan pada tiap telisik rerumputan hingga menghasilkan butiran embun yang lembut.
Dia hijau, dia sejuk. Dan aku tersenyum.
Apa kamu dengar kicau itu ?

Kamu adalah simbol rumpun yang menguning.

Aku ?
Sebut saja aku burung parkit yang sedang bertengger sejajar dengan langit diatasmu, berpijak pada batang bambu yang melengkung panjang sampai tengah petak.

Sebagai burung parkit tentu saja aku ingin turun. Tapi aku tak mau terjelembab dalam lumpur, atau sesak nafas mencium bau serangga yang menyengat.

Dengar ?

Yaa.. sebenarnya aku sedang bergumam sekarang. 😏😏😏

Komentar

Postingan Populer