Sebenarnya aku sudah menemukan-Nya. Dia yang lebih tinggi dari gugus bintang, lebih bercahaya dari Aurora.

Dia yang lebih meyakinkan dari tebalnya perisai, lebih kokoh dari sebuah keyakinan.

Dia lebih tangguh, setara ribuan doa dan harapan anak manusia yang menggema di Angkasa.

Memang benar,,
Dia...

Yang selalu saja aku rindukan saat bunga Epiphyllum mekar. Sudah dua kali bunga itu mekar dihalaman rumahku. Apa akan ada ketiga kalinya ? Benar benar saat aku sedang merindukannya ? Bukannya tiga kali itu bukan lagi kebetulan. Jika benar... Ahhh

Kenapa setiap saat berdegup begitu kencang saat aku hendak layu.
Bisa biarkan saja aku layu ?
Atau,
Biarkan aku padam.
Mungkin tak apa saat jadi arang, melebur, dan menjadi debu.


Komentar

Postingan Populer