Tuhan memberikan beberapa waktu padaku untuk jadi orang yang dipersalahkan dan disalahpahami. Membuatku merasa dicurangi oleh orang orang yang terlanjur marah dan bebal nuraninya.
Mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai hakim, menunjuk dan memberikan label bersalah pada orang orang yang mereka kehendaki.
Iya...
Kamu salah, kamu harusnya tidak begini tidak begitu..
Begitu para orang dewasa mendiktekan yang mereka anggap benar.
Kamu bodoh, kamu tidak tahu apapun. Kamu harusnya menurut.
Apa aku bisa bilang "AM 20 YEARS OLD NOW !!"
Aku yakin, aku bisa lebih dewasa dari kalian. Aku juga menjalani hidupku, berinteraksi dengan orang dan sedikit banyak mengerti seperti apa orang orang dan bagaimana dunia bekerja.
Aku juga yakin aku sudah belajar banyak, membaca ratusan kata-kata bijak, & membaca puluhan buku lebih banyak dari kalian.
Aku bahkan tahu,
Kalian yang setiap hari berlalu lalang hanya sibuk bergunjing, membicarakan ini dan itu. NON-SENSE. Aku yakin sekali, aku belajar lebih banyak dari balik jendela kamarku. Seperti suatu saat mereka berdebat ini itu, tapi apa mereka tau apa itu Scandinavian ? 😞 ..(ehmm)
*****
Tuhan bahkan sesekali waktu memberikanku kesempatan menjadi pengamat, Tuhan mengizinkanku melihat dan mengetahui tabiat orang orang meskipun hanya mengizinkanku diam dan terkadang menjadi kecewa.
Dari yang aku perhatikan, beberapa orang sibuk meninggikan suaranya memperindah bahasa agar dia bisa menciutkan mental lawan bicaranya padahal.. yahh.. Kampung!!. Mereka bahkan tidak benar benar tahu apa yang diperbincangkan.
Melihat mereka pura pura pintar dan bijaksana sungguh menyebalkan. Aku benar-benar menghindari percakapan dengan orang semacam itu. Memang bebal. Bermental kerdil !!.
Sementara itu, beberapa orang lainnya disatu waktu mengajakku berbicara dengan nada dan kalimat-kalimat mengejek, dia hendak merendahkanku. Tapi diwaktu yang lain, dia pura-pura menyapa dan bertanya padaku untuk mengujiku. Dia pikir aku pikun, aku bahkan tidak akan lupa sepatah katapun yang dia ucapkan saat mengejekku.
Beberapa orang sisanya hanya lalu lalang dan sesekali tersenyum padaku. Menjalani hidup mereka dan terus saja lari ditempat.
*****
Dari semua waktu, Tuhan juga memberikanku waktu-waktu paling menyakitkan. Tuhan mengkaruniai aku rasa rendah diri, merasa jiwaku begitu kerdil. Itu titik jatuh paling curam dari seluruh waktu.
Ada sisi dalam diriku yang tega menekan dirinya sendiri. KAMU BODOH, KAMU TIDAK PANTAS, KAMU TIDAK SEHARUSNYA, KAMU TIDAK AKAN.
Begitu terkadang Tuhan membuat waktu bekerja.
Mereka menjadikan diri mereka sendiri sebagai hakim, menunjuk dan memberikan label bersalah pada orang orang yang mereka kehendaki.
Iya...
Kamu salah, kamu harusnya tidak begini tidak begitu..
Begitu para orang dewasa mendiktekan yang mereka anggap benar.
Kamu bodoh, kamu tidak tahu apapun. Kamu harusnya menurut.
Apa aku bisa bilang "AM 20 YEARS OLD NOW !!"
Aku yakin, aku bisa lebih dewasa dari kalian. Aku juga menjalani hidupku, berinteraksi dengan orang dan sedikit banyak mengerti seperti apa orang orang dan bagaimana dunia bekerja.
Aku juga yakin aku sudah belajar banyak, membaca ratusan kata-kata bijak, & membaca puluhan buku lebih banyak dari kalian.
Aku bahkan tahu,
Kalian yang setiap hari berlalu lalang hanya sibuk bergunjing, membicarakan ini dan itu. NON-SENSE. Aku yakin sekali, aku belajar lebih banyak dari balik jendela kamarku. Seperti suatu saat mereka berdebat ini itu, tapi apa mereka tau apa itu Scandinavian ? 😞 ..(ehmm)
*****
Tuhan bahkan sesekali waktu memberikanku kesempatan menjadi pengamat, Tuhan mengizinkanku melihat dan mengetahui tabiat orang orang meskipun hanya mengizinkanku diam dan terkadang menjadi kecewa.
Dari yang aku perhatikan, beberapa orang sibuk meninggikan suaranya memperindah bahasa agar dia bisa menciutkan mental lawan bicaranya padahal.. yahh.. Kampung!!. Mereka bahkan tidak benar benar tahu apa yang diperbincangkan.
Melihat mereka pura pura pintar dan bijaksana sungguh menyebalkan. Aku benar-benar menghindari percakapan dengan orang semacam itu. Memang bebal. Bermental kerdil !!.
Sementara itu, beberapa orang lainnya disatu waktu mengajakku berbicara dengan nada dan kalimat-kalimat mengejek, dia hendak merendahkanku. Tapi diwaktu yang lain, dia pura-pura menyapa dan bertanya padaku untuk mengujiku. Dia pikir aku pikun, aku bahkan tidak akan lupa sepatah katapun yang dia ucapkan saat mengejekku.
Beberapa orang sisanya hanya lalu lalang dan sesekali tersenyum padaku. Menjalani hidup mereka dan terus saja lari ditempat.
*****
Dari semua waktu, Tuhan juga memberikanku waktu-waktu paling menyakitkan. Tuhan mengkaruniai aku rasa rendah diri, merasa jiwaku begitu kerdil. Itu titik jatuh paling curam dari seluruh waktu.
Ada sisi dalam diriku yang tega menekan dirinya sendiri. KAMU BODOH, KAMU TIDAK PANTAS, KAMU TIDAK SEHARUSNYA, KAMU TIDAK AKAN.
Begitu terkadang Tuhan membuat waktu bekerja.


Komentar
Posting Komentar