Angin dan Embun

Coba lihat pantai itu, indah sekali bukan ? Sepagi ini kamu akan mendapati udara yang begitu sejuk serta cahaya kekuningan menelisik dari sela-sela tebing bebatuan karang disebelah sana. Lalu kamu akan mendengar sebuah bisikan.
Angin dan Embun sedang bercakap.

 "Menurutmu bagaimana jika mengandaikan kita sebagai samudra?" Bisik Angin pada Embun. Embun terdiam sesaat dan memandang batas lautan pada matanya dengan begitu dalam dan kusyuk.

"Kita....?
Jika dibandingkan dengan samudra, kita ini hanya buih bukan?
Kita akan dipertemukan oleh pasang surut, terombang ambing. Lalu sesekali akan bertemu pada tepian. Jika ombak sedang bergembira ia akan membawa kita pada pasir hitam yang begitu lembut, atau pada pasir putih yang indah. Jika tidak, mungkin kita akan sampai pada bebatuan atau belukar ditepian sana, kemudian terjelembab diatasnya dan mulai mengering. Menjadi senyawa yang tidak aku ketahui." Demikian Embun menjawab pertanyaan Angin dan mengakhirinya dengan sebuah senyuman sesaat sebelum ia jatuh menetes dari pucuk dedaunan.

Kemudian aku mendengar Angin terisak "dan sekarang dia-lah yang melebur menjadi senyawa yang bahkan tidak aku ketahui". 

Komentar

Postingan Populer