LENTERAKU
Lenteraku
Kamu,
Terkadang
amat sukar melukiskan dirimu
Mungkin yang kian membekas karena kamu yang
selalu tajam itu
Terkurung disetiap pandangku
Raut air mukamu tega menenggelamkanku
Kamu tahu ?
Kamulah perenggut nomor satu itu
Perenggut perasaanku
Segala kata dari mulutku tak kuasa menampung
kias indahmu
Tak kuasa juga aku membiaskan sejuta rasaku
Mungkin ada setitik penyesalan kini
Buayan indahmu yang masih giat mengikuti
Seperti sayat yang tega menguliti
Ingin ku buang segala ragu ini
Ingin kau jawab segala tanya ini
Kini dan bahkan nanti
Mungkin hanya lenteramu yang sanggup menyinari
Sesalpun hanya merenungi waktu yang sudah
terlewati
Hanya ‘’mungkin’’ yang jadi harapanku kini
Bahwa aku dan kamu bisa menyatukan hati


Komentar
Posting Komentar